Repostnews — Pencarian dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unkhair, Dr. Wildan, atas kejadian tenggelamnya kapal longboat beberapa waktu lalu, memasuki fase krusial.
Dihari kelima, Dr. Wildan belum ditemukan Tim SAR gabungan. Pencarian terus berlangsung hingga Selasa (27/11/2026), namun belum juga membawa hasil yang sebagaimana diharapkan.
Seluruh personil TIM sudah digerakkan mulai dari pkl. 07:30 WIT hingga 18: 23 WIT.
Tim SAR juga sudah menggunakan alat bantu untuk pencarian Dr. Wildan, seperti drone bawah laut hingga udara.
Kapolsek Bacan Timur, Ipda Mohammad Syukri, menyebut hari kelima merupakan fase yang berat, bukan hanya bagi Tim SAR, tetapi juga keluarga yang turut menunggu kepastian.
“Upaya maksimal sudah dilakukan oleh Tim SAR gabungan. Namun sampai hari kelima ini, memang belum ada tanda-tanda korban,” ujarnya.
Sementara, Komandan Unit Basarnas Halmahera Selatan, Husen Abubakar, menjelaskan pencarian hari kelima ditutup tanpa hasil.
Menurutnya, cuaca menjadi kendala utama sejak siang hari, ketika angin dan gelombang mulai memburuk, memperlambat pergerakan tim. Satu sektor pencarian bahkan tak dapat dijangkau sama sekali.
Meski demikian, Husen memastikan operasi dilakukan sesuai prosedur dan akan dilanjutkan pada Rabu pagi, memasuki hari keenam pencarian. Semoga apa yang kita lakukan bernilai ibadah
Operasi kemanusiaan ini, melibatkan berbagai unsur. Tim rescue Kantor SAR Ternate menjadi tulang punggung operasi, didukung personel TNI AL Bacan dan Kodim 1509/Labuha. Kepolisian mengerahkan kekuatan dari Polres Halmahera Selatan, Polairud, Korps Brimob, hingga Polsek setempat.
Selanjutnya, unsur sipil turut ambil bagian melalui BPBD Halmahera Selatan, KPLP Halsel, Dinas Perhubungan, KUPP Babang, hingga tim Unkhair, keluarga korban, serta masyarakat pesisir ikut menyatu dalam upaya pencarian.











