Repostnews — Laga besar tersaji saat Arsenal menjamu Manchester United pada pekan ke-23 Premier League di Emirates Stadium, Senin (26/01/2026). Setan Merah datang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih poin penuh pada Derby Manchester pekan lalu, sekaligus menantang Arsenal yang kokoh di puncak klasemen Liga Inggris.
Arsenal sendiri tengah berada dalam tren positif setelah memastikan kemenangan di Liga Champions dan menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di kompetisi tersebut.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Arsenal berhasil membuka keunggulan pada menit ke-29 melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez. Gol bermula dari kemelut di depan gawang United setelah tendangan Martin Odegaard gagal diantisipasi dengan baik.
Manchester United merespons cepat. Pada menit ke-37, Bryan Mbeumo sukses menyamakan kedudukan 1-1 setelah memanfaatkan blunder Zubimendi, Hasil tersebut menutup babak pertama.
Di babak kedua United berhasil mengungguli Arsenal 2-1 melalui skema tiki-taka antara Dorgu dan Bruno Fernandes, lini tengah Arsenal berhasil dilewati. Dorgu kemudian menuntaskan peluang dengan sepakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung David Raya.
Memasuki pertengahan babak ke dua Mikel Arteta melakukan empat pergantian pemain sekaligus demi menambah daya gedor. Perubahan tersebut membuahkan hasil, Arsenal menyamakan skor 2-2 pada menit ke-80 lewat skema sepak pojok andalan Arteta. Mikel Merino memanfaatkan kemelut di depan gawang dan menjebol gawang Senne Lammens.
Namun, gol tersebut bukanlah menjadi momentum kebangkitan Arsenal malah menjadi pemantik semangat Manchester United. Michael Carrick layak mendapat pujian atas kejelian taktiknya, pergantian Matheus Cunha dan Sesko terbukti krusial. Pada menit ke-87, Matheus Cunha mencetak gol penentu kemenangan melalui sontekan placing yang indah. Manchester United pun mengunci kemenangan sensasional dalam laga ini dengan skor 3-2.
Hasil tersebut memperpanjang tren positif Carrick sejak menggantikan Ruben Amorim. Dalam dua laga besar, Carrick berhasil menunjukkan kapasitasnya sebagai juru taktik. Kemenangan ini juga membawa United naik ke peringkat keempat klasemen sementara dan masuk zona Liga Champions.











