BerandaOlahraga

Resmi Ditutup, Peserta KNPI Junior Football 2026 Hampir Capai 600 Siswa SSB

105
×

Resmi Ditutup, Peserta KNPI Junior Football 2026 Hampir Capai 600 Siswa SSB

Sebarkan artikel ini
Ketua KNPI Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, saat hendak menyematkan medali kepada salah satu pemain SSB. (Foto: Istimewa)

Repostnews — Festival KNPI Kota Tidore Kepulauan bertajuk Junior Football Tournament 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama empat hari di Lapangan Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan ini diikuti hampir 600 lebih siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara.

Ketua KNPI Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, menegaskan bahwa festival ini tidak dimaksudkan sebagai agenda seremonial semata, melainkan bagian dari upaya membangun sistem pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan dan terarah.

Mansyur Djamal saat memberi sambutan usai laga Festival KNPI Junior Football Tournament 2026.

Menurut Mansyur, keterlibatan ratusan pesepak bola usia dini dari kelompok umur 9 hingga 12 tahun menunjukkan besarnya potensi sepak bola di Maluku Utara. Karena itu, KNPI mengambil peran sebagai fasilitator dengan membuka ruang kolaborasi antara Sekolah Sepak Bola dan para pelatih yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan di lapangan.

“Jumlah peserta yang hampir mencapai 600 anak ini menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini memiliki basis yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana potensi ini dibina secara serius dan berkelanjutan, bukan hanya lewat turnamen sesaat,” ujar Mansyur.

Ia menambahkan, Festival KNPI Junior Football Tournament 2026 dirancang sebagai ruang evaluasi dan pembelajaran bersama, baik bagi pemain muda maupun pelatih, untuk memperkuat dasar teknik bermain, sportivitas, serta pembentukan karakter sejak usia dini.

Lebih jauh, Mansyur juga menekankan bahwa pembinaan pesepak bola usia dini tidak boleh hanya berorientasi pada prestasi di lapangan. Menurutnya, anak-anak juga harus didorong untuk tetap berprestasi secara akademik melalui pendidikan formal di bangku sekolah.

“Selain prestasi di bidang olahraga melalui juara kompetisi sepak bola, anak-anak juga dituntut untuk berprestasi secara akademik melalui bangku sekolah. Sepak bola harus berjalan seiring dengan pendidikan,” tegas Mansyur.

Pada penutupan kegiatan, panitia juga mengumumkan para pemenang berdasarkan kelompok usia. Untuk kelompok usia 9 tahun (U-9), juara pertama diraih SSB Santika, disusul SSB Gamalama di posisi kedua, SSB Nuku Jr sebagai juara ketiga, dan Asty Malut Akademik di peringkat keempat.

Sementara pada kelompok usia 10 tahun (U-10), Asty Malut Akademik keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih SSB Mayoma, diikuti SSB Milanisti Junior Merah di peringkat ketiga, serta Tunas Gamalama Biru sebagai juara keempat.

Untuk kelompok usia 11 tahun (U-11), SSB Cendrawasih berhasil meraih juara pertama, disusul SSB Babullah di posisi kedua, SSB PPA Leleoto sebagai juara ketiga, dan SSB Tugumuda di peringkat keempat.

Adapun pada kelompok usia 12 tahun (U-12), juara pertama diraih SSB IM Putih, diikuti SSB Nuku Jr sebagai juara kedua, SSB Poram di posisi ketiga, dan SSB Olimpic sebagai juara keempat.

Mansyur menegaskan, hasil pertandingan bukanlah tujuan akhir dari festival ini. Yang lebih penting, kata dia, adalah proses pembinaan, pengalaman bertanding, serta keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan bagi para pesepak bola usia dini.

“Turnamen ini adalah investasi jangka panjang. KNPI ingin memastikan anak-anak tumbuh tidak hanya sebagai atlet yang berprestasi, tetapi juga sebagai generasi muda yang cerdas dan berkarakter,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *