BerandaKabar Publik

Hidupkan Tradisi Keagamaan, Pemerintah Kelurahan Ngade Gelar “Pengajian Akbar”

180
×

Hidupkan Tradisi Keagamaan, Pemerintah Kelurahan Ngade Gelar “Pengajian Akbar”

Sebarkan artikel ini
Sambutan Lurah Kelurahan Ngade, Farid Fabanyo Dalam Kegiatan "Pengajian Akbar" yang di gelar di Kantor Kelurahan Ngade. Foto : Istimewa.

Ternate — Pemerintah Kelurahan Ngade kembali menghidupkan tradisi keagamaan melalui kegiatan bertajuk “Pengajian Akbar” yang digelar di pelataran kantor lurah Ngade, Minggu, 23/11/2025. Acara langsung dibuka oleh Lurah Kelurahan Ngade, Farid Fabanyo sekaligus menyampaikan sambutan, kemudian pembacaan doa tolak bala oleh para imam, hingga pembacaan Maulid Ad-Dibai sebelum memasuki sesi tausiyah. Seluruh rangkaian berlangsung khusyuk dan khidmat.

Tokoh Agama, Babinkamtibmas dan Masyarakat terlihat khusyuk dan khidmat dalam kegiatan tersebut. Foto ; Istimewa.

Dalam sambutannya, Lurah Kelurahan Ngade, Farid Fabanyo, menegaskan bahwa pengajian akbar bukan sekadar seremoni, melainkan ruang menghidupkan tradisi intelektual Islam di tengah masyarakat. “Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiah serta memperdalam khazanah keislaman. Kami ingin suasana religius tetap tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Farid Sapaan Akrabnya, menambahkan pentingnya memperkuat literasi keagamaan terutama lingkungan terdekat.
“Harapan besar kegiatan seperti ini dapat menghilangkan bala dan mendatangkan keberkahan dan membekali generasi penerus dengan pemahaman keagamaan,” Ungkapnya.

Suasana Tausiyah yang disampaikan oleh Alhabib Zaky Bin Abdurahman Al’aydrus. Foto : Istimewa

Kegiatan itu menghadirkan dua ulama dan habaib sebagai pengisi tausiyah. Habib Abdul Bari Assegaf memulai tausyiah pertama dengan menyampaikan tentang kemuliaan menghadiri majelis ilmu.

“Majelis ilmu yang baik dapat menghapus dosa 70 majelis atau perkumpulan yang kurang baik dan majelis yang kurang baik justru bisa menjadi sebab datangnya musibah,” tuturnya.

Kemudian dilanjutkan oleh Alhabib Zaky Bin Abdurahman Al’Aydrus menguraikan tiga syarat agar seorang Muslim diakui sebagai umat Rasulullah SAW.

“Pertama hormat kepada yang tua, kedua sayang kepada yang muda, dan ketiga memberikan hak kepada ulama,” jelasnya.

Habib Zaky juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pengajian tersebut, terutama di tengah meningkatnya persoalan sosial di masyarakat.

“Di tengah krisis akhlak yang kian tampak, kegiatan seperti ini menjadi benteng pembinaan umat,” ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *