BerandaKabar Publik

Perkuat Kesiapsiagaan, BWS Maluku Utara Gelar Apel Gabungan Siaga Bencana

105
×

Perkuat Kesiapsiagaan, BWS Maluku Utara Gelar Apel Gabungan Siaga Bencana

Sebarkan artikel ini
Kepala BWS Malut Dengan Sejumlah Stakeholder pada saat apel siaga.

TERNATE – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara melaksanakan Apel Siaga Bencana Satuan Tugas Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Tahun 2025 di halaman Workshop BWS Maluku Utara, Kelurahan Tubo, Selasa (4/11/2025). Apel tersebut juga melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan seperti Dinas PU Kota Ternate, Korem 152/Babullah, Polda Maluku Utara, BMKG Maluku Utara, Basarnas Kota Ternate dan BPBD Kota Ternate dengan Tujuan memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di daerah.

Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang digelar secara serentak oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di seluruh Indonesia.“Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Indonesia, termasuk kami di Provinsi Maluku Utara,” ujarnya.

Saleh menyebutkan, terdapat sejumlah arahan penting dari Menteri PU, salah satunya menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama dengan memastikan kesiapan peralatan dan ketersediaan bahan bakar di lapangan.“Alat berat yang kami miliki memang tersedia, tetapi masih perlu penambahan seperti excavator dan trailer. Jumlah alat yang ada saat ini belum mampu melayani seluruh wilayah, terutama di daerah dengan jarak kendali yang cukup jauh di wilayah Maluku Utara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Saleh menegaskan, bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan penambahan peralatan kepada Kementerian PU guna memperkuat kesiapan menghadapi bencana di wilayah Maluku Utara.“Kami sudah menyampaikan surat permohonan kepada Kementerian PU agar wilayah Maluku Utara mendapatkan tambahan alat berat,” pungkasnya.

Iya menambahkan. Menteri PU juga menekankan pentingnya koordinasi cepat antar instansi agar tidak terjadi kesenjangan informasi di lapangan, terutama terkait peringatan dini cuaca ekstrem. kecepatan menjadi faktor krusial dalam menyelamatkan korban dan menekan dampak kerusakan. “Tanpa kecepatan tindakan dan kordinasi lintas sektor, upaya yang dilakukan akan sia-sia. Untuk itu, seluruh petugas posko bencana harus selalu siap, tanggap, dan menjalin komunikasi yang efektif dengan seluruh stakeholder agar tak ada ruang untuk terlambat, karena setiap menit berarti nyawa,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *