Halut, Repostnews — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Halmahera Utara dipicu oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Daerah diminta untuk merespons cepat situasi tersebut guna memastikan keselamatan warga serta mengantisipasi potensi banjir susulan.
Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi Ahmad bersama Ketua DPRD Halut melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Desa Tutumaloleo, Kecamatan Galela Utara, Selasa (07/01/2026).
Dalam keterangannya, Wabup Kasman mengatakan, Desa Tutumaloleo menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir paling luas dan hampir merata di seluruh bagian desa.
“Saya bersama Ibu Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Utara dan Bapak Kepala BPBD sudah turun langsung ke wilayah utara, tepatnya di Desa Tutumaloleo, sebagai salah satu desa yang terdampak cukup luas dan hampir merata,” ujar Kasman.
Kasman juga menyoroti tiga fokus utama penanganan infrastruktur yang harus segera ditindaklanjuti:
1. Pembangunan tanggul sepanjang alur sungai yang selama ini meluap dan menggenangi permukiman warga.
2. Perbaikan dua jembatan vital yang menghubungkan jalur Trans Halmahera hingga Loloda.
3. Jembatan yang rusak ini dianggap sangat krusial karena menjadi akses utama masyarakat. Penataan aliran sungai dan drainase untuk mencegah luapan berulang saat curah hujan tinggi.
“Dampak banjir yang paling berat kita hadapi adalah kerusakan dua jembatan yang menghubungkan Trans Halmahera sampai Loloda. Ini menjadi perhatian serius dan harus segera kita tindak lanjuti untuk perbaikan,” tegasnya.











