BerandaKabar Publik

Ternate Gastronomy Festival 2025 Dimulai, Tauhid : Ditangan Para Ibu, Rempah Bukan Sekedar Masakan

208
×

Ternate Gastronomy Festival 2025 Dimulai, Tauhid : Ditangan Para Ibu, Rempah Bukan Sekedar Masakan

Sebarkan artikel ini

Repostnews — Gastronomy Festival 2025 bertajuk Elevating the Museum of Gastronomy in the Spice City resmi dibuka di kawasan Benteng Oranje, Selasa (23/12). Kegiatan ini menjadi penegasan identitas Ternate sebagai kota rempah sekaligus ruang hidup bagi praktik gastronomi, kebudayaan dan kreativitas masyarakat.

Wali Kota Ternate Tauhid Soleman dalam sambutannya mengatakan festival ini dirancang tidak semata menghadirkan pengalaman kuliner, tetapi juga menghidupkan ingatan kolektif masyarakat tentang rempah melalui perpaduan makanan, seni, pengetahuan, film dan narasi perjalanan sejarah rempah. “Masyarakat diajak memahami cerita di balik setiap hidangan, mulai dari proses di kebun rempah, dapur tradisional, pasar rakyat hingga refleksi mengenai masa depan gastronomi Ternate,” ujar Tauhid.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar kuliner dipahami sebagai bagian dari pengetahuan dan identitas budaya, bukan sekadar konsumsi. “Momentum festival ini semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. Peran sentral perempuan, khususnya para ibu, dalam menjaga dan mewariskan tradisi gastronomi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di tangan para ibu, rempah bukan sekadar masakan, tetapi pengetahuan, nilai, dan cinta yang diwariskan lintas generasi,” ujar Tauhid.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ternate terus mendukung pengembangan gastronomi sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Festival ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, seniman, dan generasi muda agar warisan rempah tetap hidup dan relevan.

Tauhid juga menyinggung peran kawasan Benteng Oranje sebagai ekosistem yang menyatukan ruang, gagasan, dan komunitas. Dinamika kegiatan di kawasan tersebut tumbuh karena adanya sinergi antara ketiganya. “Identitas Ternate sebagai kota rempah telah diakui secara nasional dan perlu terus dirawat melalui aktivitas kreatif berbasis komunitas. Meski Ternate tidak memiliki sumber daya alam seperti daerah lain, kota ini memiliki keunggulan yang berbeda. Nyawa kota Ternate hidup melalui kreativitas komunitasnya,” katanya.

Lebih lanjut, Tauhid menyampaikan pemerintah daerah menempatkan kegiatan kebudayaan dan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kota. Ia berharap ke depan Ternate tidak hanya dikenal sebagai kota rempah, tetapi juga sebagai kota gastronomi, khususnya di kawasan Indonesia timur. “Kami sangat apresiasi kepada komunitas dan para tokoh perempuan yang dinilainya menjadi kekuatan penting dalam menggerakkan gastronomi dan ekonomi kreatif di Kota Ternate,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *