BerandaEkonomi & PolitikKabar Publik

Pemda Haltim Dorong BUMD Perdana Cipta Mandiri Tingkatkan Kontribusi PAD

71
×

Pemda Haltim Dorong BUMD Perdana Cipta Mandiri Tingkatkan Kontribusi PAD

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama BUMD Perdana Cipta Mandiri, Ir. Tartum

Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perdana Cipta Mandiri untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyusul adanya pemangkasan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas BUMD, dan ditindaklanjuti oleh jajaran direksi BUMD Perdana Cipta Mandiri.

Direktur Utama BUMD Perdana Cipta Mandiri, Ir. Tartum, kepada awak media mengatakan pihaknya telah menerima instruksi langsung dari Sekda Haltim untuk meningkatkan setoran PAD pada tahun mendatang. Menurutnya, target yang ditetapkan pemerintah daerah naik signifikan menjadi Rp10 miliar, atau lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp4,6 miliar.

“Pak Sekda minta minimal Rp10 miliar tahun depan. Karena itu, kami sedang berupaya keras mencapainya. Selama ini kegiatan usaha BUMD hanya berfokus pada kerja sama dengan PT Antam di Pulau Pakal,” ujar Tartum.

Ia menambahkan, dengan target baru tersebut, BUMD Haltim harus lebih kreatif dan berani membuka peluang usaha baru. Salah satunya adalah dengan menjemput potensi kerja sama industri baterai bersama China Battery LCM (CBL), yang saat ini tengah berinvestasi di Halmahera Timur.

“Kehadiran investasi besar seperti CBL harus dimanfaatkan. Ini peluang yang harus digarap oleh BUMD, apalagi untuk perusahaan lokal yang memang hadir untuk masyarakat Halmahera Timur,” jelasnya.

Tartum menyebut, langkah strategis yang tengah disiapkan adalah membentuk anak perusahaan baru di bawah BUMD Perdana Cipta Mandiri. Upaya ini dinilai penting untuk memperluas sumber pendapatan dan meningkatkan kontribusi terhadap PAD di masa mendatang.

“Dengan posisi kita sekarang, harus bikin anak perusahaan. Itu salah satu cara meningkatkan PAD. Kalau target Rp10 miliar bisa tercapai, maka ke depan dengan anak usaha yang sudah berjalan, PAD kita bisa naik lagi,” ujarnya optimistis.

Lebih lanjut, Tartum menjelaskan bahwa selama ini BUMD memperoleh laba bersih tahunan sekitar Rp10 miliar dari hasil kerja sebagai kontraktor tambang nikel PT Antam di Pulau Pakal, dengan kuota produksi mencapai 3 juta metrik ton per tahun.

“Laba bersih sekitar Rp10 miliar itu sudah termasuk operasional. Tahun lalu kami bisa setor ke kas daerah Rp4,6 miliar. Tahun ini targetnya Rp6 miliar karena produksi kami di Pulau Pakal meningkat, dan hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 2 juta metrik ton,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *