BerandaKabar Publik

Dukung Sultan Zainal Abidin Syah menjadi Pahlawan Nasional, PKPM Nuku Yogyakarta gelar dialog publik.

168
×

Dukung Sultan Zainal Abidin Syah menjadi Pahlawan Nasional, PKPM Nuku Yogyakarta gelar dialog publik.

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta – Perkumpulan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (PKPM) Nuku Yogyakarta menggelar dialog publik bertajuk “Sultan Zainal Abidin Syah Dalam lintas Sejarah NKRI”, sabtu (20/09/2025).

Kegiatan yang digelar secara daring tersebut merupakan ajang konsolidasi sekaligus penguatan dukungan publik agar Sultan Zainal Abidin Syah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Dalam dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya birokrasi lingkup kota Tidore Kepulauan Drs. H. Yakub Husain, M.Si., sejarawan Unkhair Irfan Ahmad, dan Teguh Barakati (alumni PKPM Nuku Yogyakarta). Terlihat mengikuti kegiatan itu, keterwakilan Pemkot tikep, kesultanan bacan, forum mahasiswa, komunitas Maluku Utara serta berbagai tokoh masyarakat.

Memulai dialog tersebut sejarawan Unkhair, Irfan Ahmad mengatakan, Sultan Zainal Abidin Syah merupakan tokoh yang konsisten mempertahankan integritas NKRI. “Salah satu sikap tegasnya ditunjukkan saat menolak tawaran Belanda untuk memisahkan Irian Barat dari Indonesia”.

Iya melanjutkan, Dalam Konferensi Meja Bundar (KMB), Sultan menyampaikan dengan lantang bahwa Irian Barat merupakan bagian tidak terpisahkan dari Kesultanan Tidore. “Penolakannya terhadap hasil KMB didasari keyakinan bahwa wilayah tersebut secara sah adalah milik Tidore dan harus diakui sebagai bagian dari Indonesia”.

keteguhan Sultan Zainal Abidin syah membuat Soekarno kemudian menunjuk beliau sebagai Gubernur Papua Barat. “Pengakuan tersebut atas jasa dan integritas beliau bahkan berlanjut hingga era Presiden Soeharto”.ujarnya.

Sementara itu, Drs. H. Yakub Husain, M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah kota Tidore dalam mendukung penuh pengusulan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai Pahlawan Nasional. “Pemkot juga merencanakan menjadikan eks kediaman Gubernur Irian Barat sebagai cagar budaya dan rumah arsip”, tegasnya.

Mewakili kaum muda, Teguh Barakati mengatakan, iya mendorong agar pelestarian sejarah perjuangan Sultan dengan cara kreatif.
“Upaya pelestarian dapat dilakukan dengan cara kreatif, misalnya Desain pakaian, ruang kolaborasi di gedung bersejarah hingga penggunaan media sosial”.
iya menambahkan, “hal ini sejalan dengan seruan pemprov Malut agar memberikan penghargaan resmi sebelum pengakuan nasional”. Tutupnya.

Diskusi tersebut juga menyoroti penting memberikan penghargaan kepada tokoh daerah lainnya, seperti Arif Iskandar Alam dari Kesultanan Bacan. selain itu, perihal pembebasan 11 masyarakat adat maba sangaji juga menjadi perhatian khusus, Seruan tersebut dipandang sebagai bentuk pembelaan terhadap masyarakat adat sekaligus penghormatan pada warisan sejarah.

Sebagai penutup, PKPM Nuku Yogyakarta menegaskan,
Komitmen mendukungan penuh penyematan gelar pahlawan nasional kepada Sultan Zainal Abidin Syah. “Pahlawan Nasional adalah bagian dari tanggung jawab kolektif untuk menjaga dan meneruskan warisan sejarah bangsa serta memastikan spirit perjuangan tersebut terus hidup bagi generasi muda”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *