Ternate – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI, tubuh internal Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Maluku Utara kembali bergejolak. Ketua BPD, Sofyan Sangadji, dituding membangkang arahan Badan Pengurus Pusat (BPP) soal penetapan tuan rumah Musda.
Di balik manuver itu, muncul dugaan campur tangan Kordinator Wilayah (Korwil) BPP HIPMI Indonesia Timur, Bachtiar Kader, yang disebut ikut mengatur langkah organisasi daerah.
Dugaan tersebut disampaikan Nurcholish Rustam, juru bicara bakal calon Ketua BPD HIPMI Maluku Utara, Firdaus Amir. iya mengatakan bahwa polemik penempatan lokasi Musda tidak hanya dipicu oleh sikap BPD, tetapi juga diduga melibatkan Korwil BPP HIPMI Indonesia Timur.
“Korwil diduga ikut bermain dalam tarik-menarik penentuan lokasi Musda. Kami menduga Bachtiar juga menjadi aktor di balik persoalan ini,” ujar Nurcholish dalam keterangannya.
Menurut Nurcholish, posisi Korwil seharusnya menjadi perpanjangan tangan BPP di daerah dalam membantu menyelesaikan permasalahan. Ia mengklaim bahwa Korwil turut mengatur skenario pembangkangan terhadap Keputusan BPP.
“Sebagai Korwil, semestinya iya mampu menjaga solidaritas internal. Namun yang terjadi justru diduga menjadi bagian dari masalah yang terjadi,” tegasnya.
Nurcholish mendesak Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, untuk segera mengambil langkah tegas. Ia meminta BPP menertibkan ke dua pihak yang terlibat demi menjaga wibawa organisasi.
“Saya meminta Ketum BPP HIPMI untuk segera menindak Korwil dan BPD Maluku Utara agar menjadi contoh ketegasan dalam menjaga marwah HIPMI,” pungkasnya.











